Senin, 09 Februari 2015

bahasa arab veri

Kelompok 1 :
1.    Nailil Hidayah             (133211004)
2.    Izazul Huda                  (133211007)
3.    Very Aulia Rahman     (133211021)
4.    Mohammad Qosyim    (133211027)
5.    Nisfu Laily                   (                   )

AQIDAH dan SYARIAT ISLAM
Nabi  muhammad menerima dari tuhannya asal keseluruhan agama Islam didalam keyakinan dan ketetapannya, yaitu al-Qur’an yang mulia, dan adapun al-Qur’an bagi Allah dan orang-orang muslim merupakan sumber yang pertama dalam pengenalan pembelajaran dasar-dasar agama islam. Dan dari al-Qur’an diketahui bahwa islam memepunyai dua cabang yang mendasar, yang tidak ditemukan hakikatnya, dan tidak ditemukan maknanya kecuali ketika kedua cabang tersebut mengambil bagian dari kenyataan dalam akal, hati dan kehidupan manusia, kedua cabang ini yaitu aqidah dan syariat.
          Aqidah yaitu sisi pemikiran yang dituntut untuk iman kapada-Nya, sebelum segala sesuatu dengan percaya yang tidak ada keraguan dan ketidak jelasan didalamnya. sebagian dari watak aqidah, banyak dalil-dalil yang jelas atas ketetapannya dan kesepakatan orang-orang muslim terhadapnya dari dalil-dalil yang jelas atas ketetapannya kesepakatan orang-orang muslim terhadapnya dari permulaan dakwah beserta perbedaan-perbedaan yang timbul diantara orang Islam.
          Aqidah merupakan suatu hal yang pertama diserukan oleh rasul, dan menuntut manusia yakin kepada-Nya sejak tingkat pertama dari beberapa tingkatan dakwah. Aqidah di sampaikan oleh setiap rasul yang di utus Allah, seperti yang di tunjukkan dalam al-Qur’an dalm cerita-ceritanya dari para nabi dan utusan.
          Syariat yaitu aturan-aturan yang di buat Allah agar manusia mengambil bagi dirinya dalam hubungan manusia dengan tuhannya hubungan manusia dengan sesama muslim, hubungna dengan sesama manusia, hubungna manusia dengan alam, dan hubungna manusia dengan kehidupan.
          Aqidah dan syariay dalam ungkapan al-Qur’an:
Al-Qur’an mengungkapkan aqidah dengan ((iman)) sedangkan syariat dengan  dengan ((amal sholeh)), setelah itu datang ayat-ayat al-Qur’an yang jelas:
{ 107. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal,
108. mereka kekal di dalamnya, mereka tidak ingin berpindah dari padanya. }
{ 97. Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam Keadaan beriman, Maka Sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik[839] dan Sesungguhnya akan Kami beri Balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. }
{ 1. demi masa.
2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,
3. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. }
Dari sini kita tahu bahwa Islam tidak hanya aqidah saja, dan tidak hanya di anggap penting aturan hubungan manusia dengan tuhannya saja, yang demikian itu adalah aqidah, adapun syariat menunjukkan manusia pada isyarat kebaikan dalam kehidupan. Aqidah sebagai dasar dan syariat sebagai cabang:
Dalam Islam, Aqidah yaitu dasar yang syariat dibangun di atasnya, sedangkan syariat berpengaruh mengikuti aqidah. Dari sini tidak ada syariat dalam Islam kecuali dengan adanya aqidah, sama seperti syariat tidak berkembang kecuali dalam naungan aqidah, begitu juga syariat tanpa aqidah merupakan bagian yang tidak mempunyai dasar.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar