Kelompok 1
:
1. Nailil Hidayah (133211004)
2. Izazul Huda (133211007)
3. Very Aulia Rahman (133211021)
4. Mohammad Qosyim (133211027)
5. Nisfu Laily (
)
AQIDAH dan SYARIAT ISLAM
Nabi muhammad menerima dari
tuhannya asal keseluruhan agama Islam didalam keyakinan dan ketetapannya, yaitu
al-Qur’an yang mulia, dan adapun al-Qur’an bagi Allah dan orang-orang muslim
merupakan sumber yang pertama dalam pengenalan pembelajaran dasar-dasar agama
islam. Dan dari al-Qur’an diketahui bahwa islam memepunyai dua cabang yang
mendasar, yang tidak ditemukan hakikatnya, dan tidak ditemukan maknanya kecuali
ketika kedua cabang tersebut mengambil bagian dari kenyataan dalam akal, hati
dan kehidupan manusia, kedua cabang ini yaitu aqidah dan syariat.
Aqidah yaitu sisi pemikiran yang
dituntut untuk iman kapada-Nya, sebelum segala sesuatu dengan percaya yang
tidak ada keraguan dan ketidak jelasan didalamnya. sebagian dari watak aqidah,
banyak dalil-dalil yang jelas atas ketetapannya dan kesepakatan orang-orang
muslim terhadapnya dari dalil-dalil yang jelas atas ketetapannya kesepakatan
orang-orang muslim terhadapnya dari permulaan dakwah beserta
perbedaan-perbedaan yang timbul diantara orang Islam.
Aqidah merupakan suatu hal yang
pertama diserukan oleh rasul, dan menuntut manusia yakin kepada-Nya sejak
tingkat pertama dari beberapa tingkatan dakwah. Aqidah di sampaikan oleh setiap
rasul yang di utus Allah, seperti yang di tunjukkan dalam al-Qur’an dalm
cerita-ceritanya dari para nabi dan utusan.
Syariat yaitu aturan-aturan yang di
buat Allah agar manusia mengambil bagi dirinya dalam hubungan manusia dengan
tuhannya hubungan manusia dengan sesama muslim, hubungna dengan sesama manusia,
hubungna manusia dengan alam, dan hubungna manusia dengan kehidupan.
Aqidah dan syariay dalam ungkapan
al-Qur’an:
Al-Qur’an
mengungkapkan aqidah dengan ((iman)) sedangkan syariat dengan dengan ((amal sholeh)), setelah itu datang
ayat-ayat al-Qur’an yang jelas:
{ 107.
Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka adalah
surga Firdaus menjadi tempat tinggal,
108.
mereka kekal di dalamnya, mereka tidak ingin berpindah dari padanya. }
{ 97.
Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam
Keadaan beriman, Maka Sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang
baik[839] dan Sesungguhnya akan Kami beri Balasan kepada mereka dengan pahala
yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. }
{ 1.
demi masa.
2.
Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,
3.
kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat
menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi
kesabaran. }
Dari sini kita tahu bahwa Islam tidak hanya aqidah saja, dan tidak
hanya di anggap penting aturan hubungan manusia dengan tuhannya saja, yang
demikian itu adalah aqidah, adapun syariat menunjukkan manusia pada isyarat
kebaikan dalam kehidupan. Aqidah sebagai dasar dan syariat sebagai cabang:
Dalam Islam, Aqidah yaitu dasar yang syariat dibangun di atasnya,
sedangkan syariat berpengaruh mengikuti aqidah. Dari sini tidak ada syariat
dalam Islam kecuali dengan adanya aqidah, sama seperti syariat tidak berkembang
kecuali dalam naungan aqidah, begitu juga syariat tanpa aqidah merupakan bagian
yang tidak mempunyai dasar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar