1.
Fitri Kurnia Dewi 133211006
2.
Ulfiana Resta Febriyanti 133211013
3.
Ragil Basuni 133211019
4.
Faridatul Hidayah 133211028
5.
Najib Hasan 133211038
Aqidah dan
Syari’at Islam
Nabi Muhammad
SAW menemukan pokok ajaran Islam dari Tuhannya, dalam hal aqidah dan disyari’atkannya
Islam, yaitu Al-Qur’an Al-Karim. Al-Qur’an di sisi Allah dan bagi orang-orang
Islam sendiri merupakan sumber pertama dalam mengetahui prinsip dasar ajaran
Islam. Dari Al-Qur’an dapat diketahui bahwa Islam mempunyai 2 cabang prinsip
dasar yang tidak dapat ditemukan hakikat kebenaran dan maknanya kecuali jika
kedua cabang tersebut memperoleh masing-masing bagiannya, dalam wujudnya, pada
akal, hati, dan hidup manusia. Dan kedua cabang ini adalah: Aqidah dan
Syari’at.
Aqidah adalah sekumpulan
teori yang dengannya dapat diperoleh iman – sebelum segala sesuatu – dengan
sesungguhnya iman tanpa ada keragu-raguan dan syubhat di dalamnya. Di antara
tabiatnya adalah banyaknya nas-nas yang menjelaskan ketetapannya, bersatunya
orang-orang Islam atas aqidah, dari nas-nas yang menjelaskan ketetapannya, dan
bersatunya orang-orang Islam atas aqidah dalam memulai dakwah dengan perbedaan
pendapat yang terjadi di antara mereka setelah itu.
Aqidah adalah
langkah awal yang diserukan oleh rasul, dengannya diharapkan iman tumbuh pada
manusia di tahap pertama. Yaitu dakwah yang dilakukan oleh semua rasul yang
datang dari Allah, seperti yang telah dijelaskan Al-Qur’an tentang kisah-kisah
nabi dan para utusan terdahulu.
Dan syari’at
adalah aturan-aturan yang telah ditetapkankan oleh Allah SWT agar dengannya
manusia dapat mengetahui hubungan mereka dengan Tuhan, hubungan mereka dengan
saudara sesama muslim, hubungan dengan saudara sesama manusia, hubungan mereka
dengan dunia, dan kehidupan.
Aqidah dan
syari’at dalam penjelasan Al-Qur’an:
Al-Qur’an telah
menjelaskan tentang aqidah dengan “iman”
dan tentang syari’at dengan “amal shaleh”, yang telah banyak dijelaskan
dalam ayat-ayat sharih:
QS. Al-Kahfi:
107 – 108:
“Sesungguhnya
orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka adalah surga Firdaus
menjadi tempat tinggal. Mereka kekal di dalamnya, mereka tidak ingin berpindah
dari padanya.”
QS. An-Nahl: 97
“Barangsiapa
yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam Keadaan
beriman, Maka Sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan
Sesungguhnya akan Kami beri Balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik
dari apa yang telah mereka kerjakan.”
QS. Al-‘Ashr: 1
– 3
“Demi masa.
Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang
beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati
kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.”
Dan dari sini
kita mengetahui sesengguhnya Islam tidak hanya menjadi aqidah saja, dan tujuannya
pun tidak hanya untuk mengatur hubungan
antara manusia dan Tuhannya saja, akan tetapi aqidah dan syari’at menghadapkan manusia
kepada seluruh sisi kebaikan dan kehidupan.
Aqidah adalah
dasar, dan syari’at adalah cabangnya:
Aqidah Islam
adalah dasar untuk membangun syari’at, dan syari’at adalah pengaruh yang
mengikuti aqidah. Dari sana, tak kan ada syari’at tanpa adanya aqidah, seperti
halnya tak akan ada syari’at tanpa
didasari aqidah. Dengan begitu syari’at tanpa aqidah bagaikan suatu bagian yang
tak mempunyai dasar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar