Senin, 09 Februari 2015

arab basuni

1.      Fitri Kurnia Dewi                     133211006
2.      Ulfiana Resta Febriyanti          133211013
3.      Ragil Basuni                            133211019
4.      Faridatul Hidayah                    133211028
5.      Najib Hasan                             133211038

Aqidah dan Syari’at Islam
Nabi Muhammad SAW menemukan pokok ajaran Islam dari Tuhannya, dalam hal aqidah dan disyari’atkannya Islam, yaitu Al-Qur’an Al-Karim. Al-Qur’an di sisi Allah dan bagi orang-orang Islam sendiri merupakan sumber pertama dalam mengetahui prinsip dasar ajaran Islam. Dari Al-Qur’an dapat diketahui bahwa Islam mempunyai 2 cabang prinsip dasar yang tidak dapat ditemukan hakikat kebenaran dan maknanya kecuali jika kedua cabang tersebut memperoleh masing-masing bagiannya, dalam wujudnya, pada akal, hati, dan hidup manusia. Dan kedua cabang ini adalah: Aqidah dan Syari’at.
Aqidah adalah sekumpulan teori yang dengannya dapat diperoleh iman – sebelum segala sesuatu – dengan sesungguhnya iman tanpa ada keragu-raguan dan syubhat di dalamnya. Di antara tabiatnya adalah banyaknya nas-nas yang menjelaskan ketetapannya, bersatunya orang-orang Islam atas aqidah, dari nas-nas yang menjelaskan ketetapannya, dan bersatunya orang-orang Islam atas aqidah dalam memulai dakwah dengan perbedaan pendapat yang terjadi di antara mereka setelah itu.
Aqidah adalah langkah awal yang diserukan oleh rasul, dengannya diharapkan iman tumbuh pada manusia di tahap pertama. Yaitu dakwah yang dilakukan oleh semua rasul yang datang dari Allah, seperti yang telah dijelaskan Al-Qur’an tentang kisah-kisah nabi dan para utusan terdahulu.
Dan syari’at adalah aturan-aturan yang telah ditetapkankan oleh Allah SWT agar dengannya manusia dapat mengetahui hubungan mereka dengan Tuhan, hubungan mereka dengan saudara sesama muslim, hubungan dengan saudara sesama manusia, hubungan mereka dengan dunia, dan kehidupan.
Aqidah dan syari’at dalam penjelasan Al-Qur’an:
Al-Qur’an telah menjelaskan tentang aqidah dengan “iman”  dan tentang syari’at dengan “amal shaleh”, yang telah banyak dijelaskan dalam ayat-ayat sharih:
QS. Al-Kahfi: 107 – 108:
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal. Mereka kekal di dalamnya, mereka tidak ingin berpindah dari padanya.”
QS. An-Nahl: 97
“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam Keadaan beriman, Maka Sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan Sesungguhnya akan Kami beri Balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.”
QS. Al-‘Ashr: 1 – 3
“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.”
Dan dari sini kita mengetahui sesengguhnya Islam tidak hanya menjadi aqidah saja, dan tujuannya pun tidak hanya untuk  mengatur hubungan antara manusia dan Tuhannya saja, akan tetapi aqidah dan syari’at menghadapkan manusia kepada seluruh sisi kebaikan dan kehidupan.
Aqidah adalah dasar, dan syari’at adalah cabangnya:

Aqidah Islam adalah dasar untuk membangun syari’at, dan syari’at adalah pengaruh yang mengikuti aqidah. Dari sana, tak kan ada syari’at tanpa adanya aqidah, seperti halnya tak akan  ada syari’at tanpa didasari aqidah. Dengan begitu syari’at tanpa aqidah bagaikan suatu bagian yang tak mempunyai dasar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar