INDONESIA BERSATU
Oleh Marasudin Siregar
Negara Indonesia adalah negara yang
kaya. Apa buktinya? Indonesia kaya akan rempah-rempah. Banyak negara Eropa dulu
datang ke Indonesia untuk mencarinya dengan cara menjajah. Bangsa Indonesia
kaya akan sumber daya tambang. Belanda dulu tetap bersikukuh untuk memiliki
Irian Barat dan Portugis ingin menguasai Timor Timur. Indonesia kaya akan
budaya. Banyak negara asing seperti Malaysia, Belanda, Perancis, dan Jepang
mengklaim kebudayaan kita.[1]
Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 13.466
pulau.[2]
Sampai-sampai Pulau Sipadan dan Pulau Ligitan diklaim oleh Malaysia.[3]
Itulah NKRI yang terdiri atas beraneka ragam budaya, bahasa daerah, ras, suku
bangsa, agama dan kepercayaan. Gambaran inilah yang terkandung pada semboyan
bangsa kita “Bhinneka Tunggal Eka”-Berbeda-beda tetapi tetap satu.
Ini semua milik Indonesia, milik kita
harus kita jaga. Jangan terlambat menyadarinya setelah wilayah kita diambil negara
lain, setelah budaya kita diaku budaya mereka.
Kita memang harus mencintai Indonesia
karena kita Bangsa Indonesia. Kita wajib memakmurkan, mensejahterahan,
memajukan dan megharumkan bumi pertiwi. Menjaga dan mempertahankan tanah air ini
dari setiap ancaman yang menyerang kedaulatan bangsa. Sebagaimana para pahlawan
bangsa yang mengorbankan jiwa, raga, harta, dan nyawanya demi Indonesia. Kita
semua bisa berjuang untuk Indonesia sesuai profesi masing-masing.
Nabi bersabda: “Aku mencintai Arab
karena aku bangsa Arab”.[4]
Kalau Nabi mencontohkan mencintai negara Nabi, kita juga wajib mencintai negara
kita.
Pada era reformasi, beberapa wilayah
di Indonesia ingin memisahkan diri dari negeri ini. Misalnya di Aceh dengan
sebutan GAM (Gerakan Aceh Merdeka), di Maluku yang memberontak kepada negara
dengan sebutan RMS (Republik Maluku Sarani), di Irian Barat yang masih digondeli
oleh Belanda, di Timor Timur yang ingin dikuasai Portugis. Bangsa ini tidak tinggal
diam melihat ini semua.[5]
Perlawanan kita lakukan, perundingan dengan negara terkait demi mempertahankan
NKRI kita lakukan. Meskipun akhirnya kita harus bersedih berpisah dengan Timor
Timur.
Dan sekarang ini, kita mengetahui
banyak budaya kita diklaim oleh negara asing, baik itu lagu, tarian, batik, bahkan
makanan khas daerah. Mungkin sebelumnya kita belum merasa memiliki itu semua, namun
setelah kebudayaan tersebut diaku milik mereka, baru sadar kita belum
benar-benar menjaga anugrah yang Allah berikan untuk bangsa ini.
Negara Indonesia adalah negara yang
kuat. Sehingga negara-negara asing takut dan ingin menghancurkan kita. Misalnya
melalui narkotika. Mereka menghancurkan bangsa ini dengan merusak generasi muda
kita, merusak moral, merusak mental anak bangsa.[6]
Banyak pelajar yang sudah menjadi korban barang haram ini.
Banyak kejadian di negeri ini yang
dapat mengancam keutuhan NKRI. Seperti penyerangan antar suku di Papua dan
tawuran antar warga. Tidak hanya mengancam fisik dari bangsa ini, tetapi juga menyerang
ideologi bangsa. Munculnya paham-paham radikal yang menolak kearifan lokal dan
kebudayaan yang tidak sesuai dengannya, adanya aliran sesat, kurangnya
kecintaan pada produk sendiri, maupun munculnya pemberontakan dan gerakan
separatis karena mudahnya diadu domba oleh pihak musuh.[7]
Adanya ancaman yang merongrong
keutuhan NKRI ini wajib ditumpas. Baik dari dalam maupun dari luar dan juga
segala hal yang mengancam ideologi bangsa. Kita memiliki pancasila. Dengan cara
mengamalkan nilai-nilai yang terkandung padanya, kita adalah bangsa yang kuat.
Sudah semestinya kita menjaga bangsa
ini. Menjaga segala kekayaan alam yang terkandung di dalamnya, menggunakannya
secara bijak dan sebaik mungkin. Setiap warga negara berpartisipasi dalam
menjaga keutuhan, kedaulatan, dan mempererat persatuan bangsa. Adapun perbedaan
suku, budaya, agama, bahasa, dan warna kulit harus kita hormati, karena dalam
perbedaan terkandung keindahan jika terjalin kerukunan.[8]
Begitu besar karunia Allah kepada
bangsa ini. Sebagai bangsa Indonesia sudah sepantasnya kita menjaga tanah air
ini dari segala macam ancaman yang datang.
[1]
Roby Darisandi, 33 Kebudayaan diklaim Negara Asing ! Segera Patenkan Aneka
Ragam Kebudayaan Indonesia, diakses dari https://www.change.org/p/presiden-republik-indonesia-33-kebudayaan-diklaim-negara-asing-segera-patenkan-aneka-ragam-kebudayaan-indonesia,
pada tanggal 22 Oktober 2016 pukul 8.55.
[2]
Jumlah Pulau di Indonesia ‘Berkurang’ 4.042 Buah. Metrotvnews. Jum’at,
18 Oktober 2003. Diakses 20 Oktober 2016.
[3]
Adi Nugroho, 5 Wilayah Indonesia yang Pernah Diklaim dan Menjadi Wilayah Negara
Lain, diakses dari http://www.boombastis.com/wilayah-indonesia-diklaim/47520,
pada tanggal 22 Oktober 2016 pukul 9.00.
[4]
Muhammad Arman, Hadis Hormati Bangsa Arab, diakses dari https://www.facebook.com/groups/piss.ktb/permalink/935376989818443/,
pada tanggal 20 Oktober 2016 pukul 9.10.
[5]
Gus Dur dan Asal Muasal Semboyan ‘NKRI Harga Mati’, diakses dari http://www.islam-institute.com/gus-dur-dan-asal-muasal-semboyan-nkri-harga-mati/,
pada tanggal 22 Oktober 2016 pukul 9.20.
[6]
Hasanudin Aco, Habib Luthfi: NKRI Harga Mati!, diakses dari http://m.tribunnews.com/regional/2016/07/10/habib-luthfi-nkri-harga-mati,
pada tanggal 22 Oktober 2016 pukul 9.26.
[7]
Risa Aryanti, Contoh Kasus yang Mengancam Keutuhan NKRI, diakses dari http://risaaryanti.blogspot.co.id/2014/06/contoh-kasusu-ylang-mengancam-keutuhan.html?m=1,
pada tanggal 22 Oktober 2016 pukul 9.32.
[8]
Risa Aryanti, Contoh Kasus yang Mengancam Keutuhan NKRI, diakses dari http://risaaryanti.blogspot.co.id/2014/06/contoh-kasusu-ylang-mengancam-keutuhan.html?m=1,
pada tanggal 22 Oktober 2016 pukul 9.34.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar