Sabtu, 13 Desember 2014

MAKALAH PSIKOLOGI PENDIDIKAN



MAKALAH
PENGERTIAN PSIKOLOGI PENDIDIKAN

Disusun guna memenuhi Tugas Mata Kuliah Psikologi Pendidikan
 Dosen Pengampu Bpk Widodo Supriyono





Oleh
Marasudin Siregar (133211032)

FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI WALISONGO SEMARANG
20014



BAB I
PENDAHULUAN
I.     Latar Belakang
Dalam perjalanannya, psikologi mengalami perubahan makna. Dari ilmu tentang jiwa menjadi ilmu tentang pikiran dan kemudian menjadi ilmu tentang perilaku. Hal itu terjadi karena jiwa terlalu abstrak untuk dipelajari. Kemudian maknanya meluas menjadi ilmu tentang pikiran dan perilaku.
Psikologi berbeda dengan antropologi, ekonomi, ilmu politik, dan ilmu sosial. Tetapi psikilogi juga tidak dapat dipisahkan dengan ilmu-ilmu yang lainnya. Psikologi digunakan pada banyak ranah. Misalnya jasa manusia, manajemen, pendidikan, hukum, dan olahraga.

Psikologi banyak dibutuhkan pada sekolah-sekolah. Seperti SMP dan SMA. Fungsinya adalah sebagai badan konseling bagi sisa-siswi yang memili masalah mengenai belajar maupun yang lainnya. Dan juga untuk menangani pelanggaran ketertiban pada siswa.

Psikologi pendidikan merupakan disiplin ilmu yang membeikan kontribusi penting kepada guru dan siswa selama proses pembelajaran, khususnya penerapan prinsip-prinsip belajar dalam kelas. Sehingga tujuan dari pembelajaran dapat tercapai. Sebelumnya, kita harus mengetahui dulu apa itu psikologi pendidikan. Oleh karena itu, pada makalah ini kami menjelaskan dengan rumusan makalah yang kami buat.

II.    Rumusan Masalah

A.    Apa makna etimologi dari psikologi?
B.     Apa definisi dari psikologi?
C.     Apa definisi dari psikologi pendidikan?


BAB II
PEMBAHASAN

A.             Makna Etimologi Psikologi

Secara etimologis, psikologi berasal dari bahasa Yunani Kuno yaitu  “psyche”, yang berarti nafas, roh, jiwa, pikiran atau mental. Dan “logia” yang berarti studi tentang. Versi lain mengatakan bahwa kata psikologi berasal dari bahasa Prancis “psychologie” atau bahasa Latin “psychologia” yang  juga bermakna studi tentang jiwa (yang mana hal tersebut tidak bisa dilihat atau diketahui secara empiris).[1]  Maka tidaklah tepat jika kita mengartikan psikologi sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang jiwa, karena jiwa merupakan sesuatu yang bersifat abstrak dan tidak dapat diamati secara langsung.

Tapi psikologi  bukan hanya diartikan sebagai ilmu yang mempelajari sesuatu yang abstrak/tidak bisa dilihat melainkan psikologi adalah ilmu yang ingin mempelajari manusia sebagai satu kesatuan antara jasmani dan rohani.[2]

Istilah psikologi mulai dikenal pada pertengahan abad ke-16. Satu abad kemudian  muncul pemaknaan baru atas istilah psikologi, yaitu studi tentang pikiran. Pada tahun 1895, istilah psikologi untuk pertama kali digunakan dalam dalam referensi ilmu-ilmu perilaku. Dengan demikian, muncul versi lain dari psikologi pendidikan yang diberi makna sebagai ilmu tentang perilaku.[3]

B.  Definisi Psikologi

Psikologi adalah disiplin akademik dan diterapkan dalam rangka studi tentang pikiran, otak, dan perilaku manusia. Psikologi juga mengacu pada aplikasi pengetahuan untuk berbagai bidang kehidupan dan kegiatan manusia. Termasuk aplikasi pengetahuan atas masalah kehidupan sehari-hari individu dan pengobatan penyakit mental.[4]

Menurut Crow and Crow, psikologi diartikan sebagai berikut: Psychology is the study of human behavior and human relationship (Crow & Crow, 1958:6). Dari batasan tersebut jelas bahwa yang dipelajari oleh psikologi adalah tingkah laku manusia, yakni ilmu yang mempelajari cara berinteraksi dengan alam luar baik manusia atau non manusia: hewan, iklim, kebudayaan, dan sebagainya. Para ahli psikologi mempelajari pula tingkah laku hewan seperti: anjing, tikus, serangga, dan lain-lain. Penyelidikan terhadap hewan itu dilakukan dalam hubungan penyelidikan terhadap tingkah laku manusia.[5]

Psikologi berbeda dengan antropologi, ekonomi, ilmu politik, dan ilmu sosial. Tetapi psikilogi juga tidak dapat dipisahkan dengan ilmu-ilmu yang lainnya. Psikologi digunakan pada banyak ranah. Misalnya jasa manusia, manajemen, pendidikan, hukum, dan olahraga.

Psikologi adalah cabang ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan proses-proses mental dan perilaku individu. Psikolog mempelajari proses, motif, reaksi, perasaan dan sifat dari pikiran manusia. Sehingga, untuk menjadi psikolog, mereka harus beberapa tahun untuk mengambil spesialisasi dalam berbagai aspek yang terkait dengan psikologi.

Pengetahuan psikologi diterapkan untuk ranah yang sangat luas, yaitu berkaitan dengan berbagai bidang kegiatan manusia, termasuk keluarga, pendidikan, pekerjaan, dan perawatan masalah kesehatan mental.[6]

Alhasil, secara ringkas dapat kita tarik sebuah kesimpulan bahwa psikologi adalah ilmu pengetahuan yang menyelidiki dan membahas tingkah laku manusia, baik tingkah laku  yang kelihatan atau tidak, baik yang disadari atau tidak, baik selaku indivdu maupun kelompok, dalam hubungannya dengan lingkungan. Lingkungan dalam hal ini meliputi semua orang, barang, keadaan, dan kejadian yang ada di sekitar manusia.[7]

C.  Definisi Psikologi Pendidikan

Psikologi pendidikan menurut sebagian ahli adalah subdisiplin psikologi, bukan psikologi itu sendiri. Mereka menganggap psikologi pendidikan tidak memiliki teori, konsep, dan metode sendiri.

Salah seorang ahli yang menganggap psikologi pendidikan sebagai subdisiplin psikologi terapan (applicable) adalah Arthur S. Reber (1988) seorang guru besar psikologi pada Brooklyn College, University of New York City, University of British Columbia Canada, dan juga pada University of Innsbruck Austria. Dalam pandangannya psikologi pendidikan adalah subdisiplin ilmu psikologi yang berkaitan dengan teori dan masalah-masalah kependidikan yang berguna dalam hal-hal, sebagai berikut:
  1. penerapan prinsip-prinsip dalam kelas
  2. pengembangan dan pembaruan kurikulum
  3. ujian evaluasi bakat dan kemampuan
  4. sosialisasi proses-proses dan interaksi proses-proses tersebut dengan pendayagunaan ranah kognitif.
  5. Penyelenggaraan pendidikan keguruan.

Secara lebih sederhana dan praktis, Barlow (1985) mendefinisikan psikologi pendidikan sebagai: . . . a body of knowledge grounded in psychology-cal research which provides a repertoire of resources to aid you in functioning more effectively in teaching learning process.  Psikologi pendidikan adalah sebuah pengetahuan berdasarkan riset psikologis yang menyediakan serangkaian sumber-sumber untuk membantu guru melaksanakan tugas-tugasnya dalam proses belajar-mengajar secara lebih efektif. Tekanan definisi ini secara lahiriah hanya berkisar sekitar proses interaksi antar guru-siswa dalam kelas.[8] Jadi, psikologi pendidikan adalah ilmu yang mempelajari bagaimana manusia belajar dalam tatanan pendidikan yang teratur untuk pembelajaran yang efektif.[9]
  
BAB III
PENUTUP

A.              Simpulan

Secara etimologis, psikologi berasal dari bahasa Yunani Kuno yaitu  “psyche”, yang berarti nafas, roh, jiwa, pikiran atau mental. Dan “logia” yang berarti studi tentang. Versi lain mengatakan bahwa kata psikologi berasal dari bahasa Prancis “psychologie” atau bahasa Latin “psychologia” yang  juga bermakna studi tentang jiwa.

Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang menyelidiki dan membahas tingkah laku manusia, baik tingkah laku  yang kelihatan atau tidak, baik yang disadari atau tidak, baik selaku indivdu maupun kelompok, dalam hubungannya dengan lingkungan. Lingkungan dalam hal ini meliputi semua orang, barang, keadaan, dan kejadian yang ada di sekitar manusia.

Psikologi pendidikan adalah ilmu yang mempelajari bagaimana manusia belajar dalam tatanan pendidikan yang teratur untuk pembelajaran yang efektif.

B.              Kritik dan Saran

Demikianlah makalah yang dapat kami buat, kami menyadari masih banyak kekuranan pada makalah ini. Dan kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun guna penyempurnaan makalah ini. Dan sebelumnya kami ucapkan terima kasih.


[1] Sudarwan Danim, Khairil, PSIKOLOGI PENDIDIKAN (Dalam Perspektif Baru), 2011, Bandung: Alfabeta, h. 1.
[2] Noer Rohmah, PSIKOLOGI PENDIDIKAN, 2012, Sleman: Sukses, h. 1.
[3] Sudarwan Danim, Khairil, PSIKOLOGI PENDIDIKAN (Dalam Perspektif Baru), . . . h. 1.
[4] Sudarwan Danim, Khairil, PSIKOLOGI PENDIDIKAN (Dalam Perspektif Baru), . . .  h. 2.
[5] Noer Rohmah, PSIKOLOGI PENDIDIKAN, . . ., h. 2.
[6] Sudarwan Danim, Khairil, PSIKOLOGI PENDIDIKAN (Dalam Perspektif Baru), . . .  h. 2-4.
[7] Muhibbin Syah, PSIKOLOGI PENDIDIKAN dengan PENDEKATAN BARU, 2008, Bandung: Remaja Rosdakarya, h. 10.
[8] Muhibbin Syah, PSIKOLOGI PENDIDIKAN dengan PENDEKATAN BARU, 2008, Bandung: Remaja Rosdakarya, h. 12.
[9] Sudarwan Danim, Khairil, PSIKOLOGI PENDIDIKAN (Dalam Perspektif Baru), . . .  h. 7.


DAFTAR PUSTAKA
Rohmah, Noer, PSIKOLOGI PENDIDIKAN, 2012, Sleman: Sukses.
Sudarwan Danim, Khairil, PSIKOLOGI PENDIDIKAN (Dalam Perspektif Baru), 2011, Bandung: Alfabeta.
Syah, Muhibbin, PSIKOLOGI PENDIDIKAN dengan PENDEKATAN BARU, 2008, Bandung: Remaja Rosdakarya.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar