MAKALAH
PENGERTIAN PSIKOLOGI PENDIDIKAN
Disusun guna memenuhi Tugas Mata Kuliah Psikologi Pendidikan
Dosen Pengampu Bpk Widodo Supriyono
Oleh
Marasudin Siregar (133211032)
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI WALISONGO SEMARANG
20014
BAB I
PENDAHULUAN
I.
Latar Belakang
Dalam perjalanannya, psikologi mengalami perubahan makna. Dari ilmu
tentang jiwa menjadi ilmu tentang pikiran dan kemudian menjadi ilmu tentang
perilaku. Hal itu terjadi karena jiwa terlalu abstrak untuk dipelajari. Kemudian
maknanya meluas menjadi ilmu tentang pikiran dan perilaku.
Psikologi berbeda dengan antropologi, ekonomi, ilmu politik, dan
ilmu sosial. Tetapi psikilogi juga tidak dapat dipisahkan dengan ilmu-ilmu yang
lainnya. Psikologi digunakan pada banyak ranah. Misalnya jasa manusia,
manajemen, pendidikan, hukum, dan olahraga.
Psikologi banyak dibutuhkan pada sekolah-sekolah. Seperti SMP dan SMA. Fungsinya adalah sebagai badan konseling bagi sisa-siswi yang memili masalah mengenai belajar maupun yang lainnya. Dan juga untuk menangani pelanggaran ketertiban pada siswa.
Psikologi pendidikan merupakan disiplin ilmu yang membeikan
kontribusi penting kepada guru dan siswa selama proses pembelajaran, khususnya
penerapan prinsip-prinsip belajar dalam kelas. Sehingga tujuan dari
pembelajaran dapat tercapai. Sebelumnya, kita harus mengetahui dulu apa itu
psikologi pendidikan. Oleh karena itu, pada makalah ini kami menjelaskan dengan
rumusan makalah yang kami buat.
II.
Rumusan Masalah
A. Apa makna etimologi dari psikologi?
B.
Apa
definisi dari psikologi?
C.
Apa
definisi dari psikologi pendidikan?
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Makna Etimologi Psikologi
Secara etimologis, psikologi berasal dari bahasa Yunani Kuno yaitu “psyche”, yang berarti nafas, roh, jiwa,
pikiran atau mental. Dan “logia” yang berarti studi tentang. Versi lain
mengatakan bahwa kata psikologi berasal dari bahasa Prancis “psychologie” atau
bahasa Latin “psychologia” yang juga
bermakna studi tentang jiwa (yang mana hal tersebut tidak bisa dilihat atau
diketahui secara empiris).[1] Maka tidaklah tepat jika kita mengartikan
psikologi sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang jiwa, karena jiwa
merupakan sesuatu yang bersifat abstrak dan tidak dapat diamati secara
langsung.
Tapi psikologi bukan hanya diartikan sebagai ilmu yang mempelajari sesuatu yang abstrak/tidak bisa dilihat melainkan psikologi adalah ilmu yang ingin mempelajari manusia sebagai satu kesatuan antara jasmani dan rohani.[2]
Istilah psikologi mulai dikenal pada pertengahan abad ke-16. Satu
abad kemudian muncul pemaknaan baru atas
istilah psikologi, yaitu studi tentang pikiran. Pada tahun 1895, istilah
psikologi untuk pertama kali digunakan dalam dalam referensi ilmu-ilmu
perilaku. Dengan demikian, muncul versi lain dari psikologi pendidikan yang
diberi makna sebagai ilmu tentang perilaku.[3]
B. Definisi Psikologi
Psikologi adalah disiplin akademik dan diterapkan dalam rangka
studi tentang pikiran, otak, dan perilaku manusia. Psikologi juga mengacu pada
aplikasi pengetahuan untuk berbagai bidang kehidupan dan kegiatan manusia. Termasuk
aplikasi pengetahuan atas masalah kehidupan sehari-hari individu dan pengobatan
penyakit mental.[4]
Menurut Crow and Crow, psikologi diartikan sebagai berikut:
Psychology is the study of human behavior and human relationship (Crow &
Crow, 1958:6). Dari batasan tersebut jelas bahwa yang dipelajari oleh psikologi
adalah tingkah laku manusia, yakni ilmu yang mempelajari cara berinteraksi
dengan alam luar baik manusia atau non manusia: hewan, iklim, kebudayaan, dan
sebagainya. Para ahli psikologi mempelajari pula tingkah laku hewan seperti:
anjing, tikus, serangga, dan lain-lain. Penyelidikan terhadap hewan itu
dilakukan dalam hubungan penyelidikan terhadap tingkah laku manusia.[5]
Psikologi berbeda dengan antropologi, ekonomi, ilmu politik, dan
ilmu sosial. Tetapi psikilogi juga tidak dapat dipisahkan dengan ilmu-ilmu yang
lainnya. Psikologi digunakan pada banyak ranah. Misalnya jasa manusia,
manajemen, pendidikan, hukum, dan olahraga.
Psikologi adalah cabang ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan
proses-proses mental dan perilaku individu. Psikolog mempelajari proses, motif,
reaksi, perasaan dan sifat dari pikiran manusia. Sehingga, untuk menjadi
psikolog, mereka harus beberapa tahun untuk mengambil spesialisasi dalam
berbagai aspek yang terkait dengan psikologi.
Pengetahuan psikologi diterapkan untuk ranah yang sangat luas,
yaitu berkaitan dengan berbagai bidang kegiatan manusia, termasuk keluarga,
pendidikan, pekerjaan, dan perawatan masalah kesehatan mental.[6]
Alhasil, secara ringkas dapat kita tarik sebuah kesimpulan bahwa
psikologi adalah ilmu pengetahuan yang menyelidiki dan membahas tingkah laku
manusia, baik tingkah laku yang
kelihatan atau tidak, baik yang disadari atau tidak, baik selaku indivdu maupun
kelompok, dalam hubungannya dengan lingkungan. Lingkungan dalam hal ini
meliputi semua orang, barang, keadaan, dan kejadian yang ada di sekitar
manusia.[7]
C. Definisi Psikologi Pendidikan
Psikologi pendidikan menurut sebagian ahli adalah subdisiplin
psikologi, bukan psikologi itu sendiri. Mereka menganggap psikologi pendidikan
tidak memiliki teori, konsep, dan metode sendiri.
Salah seorang ahli yang menganggap psikologi pendidikan sebagai subdisiplin psikologi terapan (applicable) adalah Arthur S. Reber (1988) seorang guru besar psikologi pada Brooklyn College, University of New York City, University of British Columbia Canada, dan juga pada University of Innsbruck Austria. Dalam pandangannya psikologi pendidikan adalah subdisiplin ilmu psikologi yang berkaitan dengan teori dan masalah-masalah kependidikan yang berguna dalam hal-hal, sebagai berikut:
- penerapan prinsip-prinsip dalam kelas
- pengembangan dan pembaruan kurikulum
- ujian evaluasi bakat dan kemampuan
- sosialisasi proses-proses dan interaksi proses-proses tersebut dengan pendayagunaan ranah kognitif.
- Penyelenggaraan pendidikan keguruan.
Secara lebih sederhana dan praktis, Barlow (1985) mendefinisikan psikologi
pendidikan sebagai: . . . a body of knowledge grounded in psychology-cal
research which provides a repertoire of resources to aid you in functioning
more effectively in teaching learning process. Psikologi pendidikan adalah sebuah pengetahuan
berdasarkan riset psikologis yang menyediakan serangkaian sumber-sumber untuk
membantu guru melaksanakan tugas-tugasnya dalam proses belajar-mengajar secara lebih
efektif. Tekanan definisi ini secara lahiriah hanya berkisar sekitar proses
interaksi antar guru-siswa dalam kelas.[8] Jadi,
psikologi pendidikan adalah ilmu yang mempelajari bagaimana manusia belajar
dalam tatanan pendidikan yang teratur untuk pembelajaran yang efektif.[9]
BAB III
PENUTUP
A.
Simpulan
Secara etimologis, psikologi berasal dari bahasa Yunani Kuno
yaitu “psyche”, yang berarti nafas, roh,
jiwa, pikiran atau mental. Dan “logia” yang berarti studi tentang. Versi lain
mengatakan bahwa kata psikologi berasal dari bahasa Prancis “psychologie” atau
bahasa Latin “psychologia” yang juga
bermakna studi tentang jiwa.
Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang menyelidiki dan membahas
tingkah laku manusia, baik tingkah laku
yang kelihatan atau tidak, baik yang disadari atau tidak, baik selaku
indivdu maupun kelompok, dalam hubungannya dengan lingkungan. Lingkungan dalam
hal ini meliputi semua orang, barang, keadaan, dan kejadian yang ada di sekitar
manusia.
Psikologi pendidikan adalah ilmu yang mempelajari bagaimana manusia
belajar dalam tatanan pendidikan yang teratur untuk pembelajaran yang efektif.
B.
Kritik dan Saran
Demikianlah
makalah yang dapat kami buat, kami menyadari masih banyak kekuranan pada
makalah ini. Dan kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun guna
penyempurnaan makalah ini. Dan sebelumnya kami ucapkan terima kasih.
[1] Sudarwan
Danim, Khairil, PSIKOLOGI PENDIDIKAN (Dalam Perspektif Baru), 2011,
Bandung: Alfabeta, h. 1.
[2] Noer Rohmah, PSIKOLOGI
PENDIDIKAN, 2012, Sleman: Sukses, h. 1.
[3] Sudarwan
Danim, Khairil, PSIKOLOGI PENDIDIKAN (Dalam Perspektif Baru), . . . h.
1.
[4]
Sudarwan Danim,
Khairil, PSIKOLOGI PENDIDIKAN (Dalam Perspektif Baru), . . . h. 2.
[5]
Noer Rohmah, PSIKOLOGI
PENDIDIKAN, . . ., h. 2.
[6] Sudarwan
Danim, Khairil, PSIKOLOGI PENDIDIKAN (Dalam Perspektif Baru), . . . h. 2-4.
[7] Muhibbin Syah,
PSIKOLOGI PENDIDIKAN dengan PENDEKATAN BARU, 2008, Bandung: Remaja
Rosdakarya, h. 10.
[8] Muhibbin Syah,
PSIKOLOGI PENDIDIKAN dengan PENDEKATAN BARU, 2008, Bandung: Remaja
Rosdakarya, h. 12.
[9] Sudarwan
Danim, Khairil, PSIKOLOGI PENDIDIKAN (Dalam Perspektif Baru), . . . h. 7.
DAFTAR PUSTAKA
Rohmah, Noer, PSIKOLOGI
PENDIDIKAN, 2012, Sleman: Sukses.
Sudarwan Danim,
Khairil, PSIKOLOGI PENDIDIKAN (Dalam Perspektif Baru), 2011, Bandung:
Alfabeta.
Syah, Muhibbin,
PSIKOLOGI PENDIDIKAN dengan PENDEKATAN BARU, 2008, Bandung: Remaja
Rosdakarya.
